Sorottajam.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mempercepat pembangunan turap dan bronjong di tiga titik yang dinilai rawan longsor, erosi, dan banjir. Penguatan infrastruktur tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak musim hujan.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau langsung progres pembangunan di tiga lokasi pada Rabu (2/9/2026). Lokasi tersebut berada di kawasan Vila Pamulang, Kecamatan Pamulang, serta Grand Serpong dan Bukit Nusa Indah di Kecamatan Ciputat.
Pilar mengatakan, penanganan di setiap lokasi disesuaikan dengan kondisi serta permasalahan yang terjadi di lapangan. Mulai dari longsor, pergeseran tanah akibat erosi aliran sungai, hingga persoalan genangan dan banjir.
“Alhamdulillah hari ini saya mengunjungi tiga titik pembangunan yang ada di wilayah Tangsel. Kita mengecek langsung pembangunan turap dan bronjong yang ada di tiga titik lokasi ini,” ujar Pilar.
Menurut Pilar, pembangunan harus dilakukan sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Ia meminta konsultan pengawas dan penyedia jasa memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga selama proses pembangunan berlangsung.
Sejumlah aspek teknis, seperti mutu beton, campuran agregat, hingga penggunaan tulangan, diminta menjadi perhatian agar konstruksi yang dibangun dapat berfungsi secara optimal dan memiliki ketahanan yang baik.
Pilar menyebut progres pembangunan di tiga lokasi tersebut saat ini mencapai sekitar 30 persen. Seluruh pekerjaan ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir 2026.
“Kalau saya lihat kan ini 30 persen pelaksanaan. Sejauh ini masih sesuai dengan desain yang sudah dilihat, dan insya Allah di akhir tahun ini semua pekerjaan bisa rampung, selesai dengan baik dan sesuai rencana,” katanya.
Di kawasan Vila Pamulang, penanganan tebing dilakukan dengan metode pemasangan bronjong batu kali. Metode tersebut digunakan karena lokasi berada di aliran Sungai Angke yang merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Kalau di Vila Pamulang, karena itu Sungai Angke, jadi izin dari BBWS, kita diberikan izin, pemasangannya sebatas semi-permanen, dengan bentuk bronjong batu kali, diikat dengan kawat,” jelasnya.
Pembangunan bronjong di Vila Pamulang memiliki panjang 164 meter dengan parapet atau pagar sepanjang 145 meter. Ketinggian konstruksi mencapai sekitar lima meter.
Sementara itu, pembangunan di Grand Serpong mencakup pemasangan turap baru setinggi empat meter dengan panjang 165 meter. Proyek tersebut juga meliputi peninggian turap eksisting sepanjang 132 meter serta pembangunan saluran pembuangan sepanjang 429 meter.
Adapun di Bukit Nusa Indah, turap dibangun pada sisi kiri dan kanan dengan total panjang sekitar 204 meter. Pekerjaan turut mencakup pembangunan parapet sepanjang 90 meter, pedestrian dan jalan inspeksi sepanjang 204 meter, pintu air, serta sejumlah bangunan pelengkap lainnya.
Pilar meminta seluruh pekerjaan tersebut dipercepat agar tidak berhadapan dengan kendala saat musim penghujan tiba. Menurutnya, penguatan infrastruktur perlu dibarengi dengan normalisasi aliran sungai untuk mengurangi potensi genangan dan banjir.
“Evaluasinya ya, saya hanya menitipkan saja, supaya pekerjaan diselesaikan secepatnya, jangan sampai nanti masuk musim penghujan, lalu terkendala sama waktu dan juga ini kan harus dinormalisasi lagi (sungainya),” ucapnya.
Selain pembangunan fisik, Pilar juga menyoroti keberadaan bangunan di sekitar bantaran sungai. Sejumlah bangunan dinilai berpotensi menghambat proses penataan maupun pembangunan infrastruktur pengendali sungai.
Karena itu, ia meminta pihak kecamatan dan kelurahan melakukan komunikasi dengan masyarakat untuk mencari solusi terkait penataan bangunan di sekitar bantaran sungai.
“Ini kan kepentingan bersama, dan apalagi bangunan yang tidak bersertifikat harus diserahkan untuk pembangunan bronjong. Jangan sampai kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan publik. Itu catatan saya,” tegas Pilar.
Pemkot Tangsel berharap pembangunan turap dan bronjong di tiga titik tersebut dapat rampung sesuai target pada akhir 2026 sehingga mampu memperkuat perlindungan kawasan dari ancaman longsor, erosi, genangan, dan banjir.