IMG-LOGO
Sorot Teknologi

Ribuan Robot Humanoid Unjuk Kemampuan di Beijing, dari Sepak Bola hingga Pasang Batu Bata

by Admin - 24 Aug 2026 0 Views
IMG

Sorottajam.com - Perkembangan teknologi robot humanoid kini memasuki arena baru. Bukan sekadar dipamerkan dalam konferensi teknologi, ribuan robot berbentuk menyerupai manusia mulai diuji kemampuannya melalui berbagai pertandingan olahraga hingga simulasi pekerjaan di Beijing, China.

Sebanyak 2.056 robot humanoid dari 666 tim ambil bagian dalam World Humanoid Robot Games (WHRG) yang berlangsung pada 22–26 Agustus 2026 di National Speed Skating Oval, Beijing.

Kompetisi tahun kedua tersebut diikuti tim dari 16 negara dengan total 1.301 pertandingan individual. Jumlah peserta itu melonjak dibanding penyelenggaraan perdana tahun lalu yang hanya menghadirkan lebih dari 500 robot dari 280 tim.

Tak hanya menguji kemampuan bergerak dan menjaga keseimbangan, WHRG tahun ini dirancang untuk memperlihatkan sejauh mana robot humanoid mampu menjalankan aktivitas yang selama ini identik dengan manusia.

Total terdapat 50 nomor yang dipertandingkan. Sebanyak 30 nomor merupakan kompetisi olahraga, sementara 20 nomor lainnya menguji kemampuan robot dalam berbagai skenario pekerjaan.

Di arena olahraga, robot humanoid diuji melalui sepak bola, atletik, tenis meja, lompat, senam lantai, angkat besi, kickboxing, breakdance, cheerleading hingga estafet 4 x 100 meter.

Sementara itu, nomor berbasis pekerjaan menghadirkan tantangan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Robot dituntut mampu melakukan tugas seperti merakit perkakas listrik, menimbang bubuk, memasang batu bata, menyusun balok, memasang paku, membuka kemasan, mengambil kacang menggunakan pinset hingga menyambungkan kabel.

Perbedaan tingkat otomatisasi juga menjadi salah satu daya tarik kompetisi. Dalam sejumlah nomor, operator manusia masih diperbolehkan membantu pengoperasian robot. Namun, cabang seperti breakdance, cheerleading dan estafet 4 x 100 meter mengharuskan robot beroperasi secara mandiri.

Untuk nomor berbasis pekerjaan, peserta juga diperbolehkan menggunakan kendali jarak jauh. Meski demikian, robot yang dikendalikan manusia dari jarak jauh hanya memperoleh setengah nilai dibandingkan robot yang mampu menyelesaikan tugas secara otomatis.

Aturan tersebut membuat kemampuan robot untuk mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara otonom menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan.

Kemampuan tersebut diperlihatkan sejak upacara pembukaan. Sekitar 400 robot humanoid tampil dalam berbagai pertunjukan, mulai dari bermain sepak bola, melakukan tendangan dan mencari sudut tembak, hingga melakukan selebrasi setelah mencetak gol.

Pertunjukan lainnya memperlihatkan pertandingan sepak bola antara manusia dan robot, bela diri antarrobot, tenis mini, tenis meja serta lari 100 meter.

Robot juga diperlihatkan mampu berjalan dalam formasi dan mengikuti parade. Bahkan, perwakilan "atlet robot" turut mengucapkan sumpah dengan membawa pesan untuk mengembangkan inovasi teknologi dan mendukung kehidupan bersama antara manusia dan robot.

Besarnya jumlah peserta pada WHRG 2026 juga menunjukkan semakin luasnya keterlibatan industri dan akademisi dalam pengembangan robot humanoid.

Sedikitnya 27 perguruan tinggi China ikut ambil bagian, di antaranya Tsinghua University, Peking University, Shanghai Jiao Tong University, Zhejiang University, Fudan University, Beijing Institute of Technology dan Beihang University.

Beijing Information Science & Technology University menjadi salah satu peserta dengan jumlah tim terbesar, yakni 49 tim yang mengikuti 119 kategori pertandingan.

Persaingan industri robot humanoid juga diperkirakan semakin ketat. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, perusahaan robotika China Unitree dan X-Humanoid menjadi dua kekuatan utama dengan masing-masing mengoleksi 11 dan 10 medali.

Melalui WHRG, robot humanoid tidak lagi hanya dinilai dari bentuk atau kecanggihan teknologinya. Kemampuan berlari, menjaga keseimbangan, bekerja secara mandiri hingga menyelesaikan tugas dengan tingkat presisi tinggi menjadi bagian dari ujian untuk melihat seberapa dekat teknologi tersebut dengan kebutuhan dunia nyata.

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected