Sorottajam.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melibatkan masyarakat dalam mengawal pembangunan infrastruktur lingkungan yang saat ini tengah berjalan di sejumlah wilayah.
Melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta), warga di sekitar lokasi pekerjaan diminta ikut memantau pembangunan, baik jalan maupun saluran lingkungan, agar pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan yang telah diusulkan.
Kepala Disperkimta Kota Tangsel Aries Kurniawan mengatakan, keterlibatan masyarakat penting karena sebagian besar pembangunan tersebut berasal dari usulan warga yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
"Karena pekerjaan itu juga yang akan mereka nikmati. Masyarakat juga diajak untuk mengawasi bersama. Supaya nanti hasilnya benar-benar sesuai dengan yang diusulkan," ujar Aries.
Menurutnya, warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan menjadi pihak yang paling mengetahui kondisi lingkungan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut mengawasi proses pengerjaan.
Aries menuturkan, pengawasan warga diperlukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, termasuk dari sisi lokasi pembangunan. Hal ini penting agar proyek yang direalisasikan tidak bergeser dari titik yang telah diusulkan dan disepakati sebelumnya.
"Saya selalu menekankan, mengajak mereka terutama yang di sekitar lokasi untuk bantu mengawasi. Supaya sesuai dengan yang mereka usulkan di awal. Jangan sampai salah titik juga," tegasnya.
Aries menjelaskan, pembangunan infrastruktur lingkungan saat ini tersebar di tujuh kecamatan. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan melalui tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disperkimta.
UPT I menangani wilayah Kecamatan Pamulang dan Setu. Kemudian UPT II mencakup Kecamatan Ciputat dan Ciputat Timur, sedangkan UPT III meliputi Kecamatan Serpong, Serpong Utara dan Pondok Aren.
Ia mengatakan, usulan masyarakat melalui Musrenbang menjadi sumber dominan dalam menentukan pembangunan infrastruktur lingkungan yang dikerjakan Disperkimta.
"Kalau melihat pengusul, paling dominan sebenarnya dari Musrenbang," kata Aries.
Sebelum pekerjaan dimulai, Disperkimta juga melakukan komunikasi dengan masyarakat di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kesepahaman mengenai kebutuhan lingkungan dan pelaksanaan pekerjaan.
Menurut Aries, pemerintah pada prinsipnya menjalankan pembangunan berdasarkan kebutuhan yang telah disampaikan masyarakat melalui E-Musrenbang. Namun, kondisi teknis di lapangan tetap menjadi pertimbangan apabila ditemukan hal yang perlu disesuaikan.
"Kita perlu kesepakatan di lapangan. Lingkungan harus mengetahui, menginginkan, dan memang mengusulkannya. Kami dalam posisi melayani mereka. Kecuali kalau dalam hal teknis ada yang kurang pas, tentu bisa disesuaikan agar hasilnya lebih baik," tuturnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang mendukung turut membantu kelancaran pengerjaan infrastruktur lingkungan. Dengan dukungan masyarakat dan kondisi lapangan yang memungkinkan, pekerjaan diharapkan dapat berjalan sesuai rencana hingga selesai.