Sorottajam.com - Merawat mobil tidak cukup hanya dengan mengganti oli secara rutin. Sejumlah komponen kendaraan juga memiliki usia pakai dan perlu diperiksa atau diganti secara berkala agar performa kendaraan tetap optimal dan terhindar dari kerusakan yang lebih besar.
Menariknya, usia komponen mobil tidak selalu ditentukan oleh jarak tempuh. Faktor usia kendaraan, kondisi jalan, cuaca, pola penggunaan hingga kualitas suku cadang turut memengaruhi daya tahan sebuah komponen.
Pada mobil yang sudah berusia belasan hingga puluhan tahun, pemeriksaan berdasarkan usia komponen menjadi semakin penting. Sebab, sejumlah material seperti karet, plastik dan seal dapat mengalami pengerasan atau getas meskipun mobil jarang digunakan.
Oli mesin merupakan komponen yang paling rutin diganti. Umumnya, penggantian dilakukan setiap 5.000–10.000 kilometer atau sekitar enam bulan hingga satu tahun, tergantung jenis oli dan pola penggunaan kendaraan.
Filter oli juga sebaiknya diganti bersamaan dengan oli mesin. Filter yang sudah kotor dapat mengurangi kemampuan penyaringan kotoran dalam sistem pelumasan.
Filter udara umumnya perlu diperiksa setiap servis dan dapat diganti sekitar 15.000–30.000 kilometer, tergantung kondisi lingkungan. Mobil yang sering digunakan di daerah berdebu biasanya membutuhkan penggantian lebih cepat.
Sementara itu, busi konvensional umumnya memiliki usia pakai sekitar 20.000–40.000 kilometer. Untuk busi iridium, intervalnya bisa jauh lebih panjang, bahkan mencapai sekitar 80.000–100.000 kilometer.
Gejala busi mulai bermasalah antara lain mesin brebet, sulit dihidupkan, konsumsi bahan bakar meningkat dan tenaga kendaraan berkurang.
Sistem pendingin merupakan salah satu bagian penting, terutama pada mobil yang sudah berusia tua. Coolant umumnya perlu diganti setiap dua hingga tiga tahun, sementara selang radiator dapat mengalami pengerasan setelah digunakan selama sekitar lima hingga delapan tahun.
Radiator cap juga perlu diperiksa. Komponen kecil ini bertugas mempertahankan tekanan dalam sistem pendingin. Jika sudah lemah, sirkulasi dan tekanan coolant dapat terganggu.
Thermostat, water pump, kipas radiator dan komponen pendukung lainnya juga perlu diperiksa apabila kendaraan menunjukkan gejala temperatur mesin meningkat.
Bagi mobil yang menggunakan timing belt, komponen ini tidak boleh diabaikan. Secara umum, timing belt dapat memiliki interval penggantian sekitar 80.000–100.000 kilometer atau lima hingga tujuh tahun, meskipun angka pastinya mengikuti rekomendasi pabrikan dan jenis mesin.
Timing belt yang putus dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin tertentu. Karena itu, jika riwayat penggantiannya tidak diketahui, menggantinya menjadi langkah yang lebih aman daripada menunggu sampai putus.
V-belt atau serpentine belt juga perlu diperiksa. Retakan, serabut yang keluar atau bunyi mencicit dapat menjadi tanda bahwa belt sudah waktunya diganti.
Aki mobil rata-rata bertahan sekitar dua hingga empat tahun. Kondisinya sangat dipengaruhi oleh penggunaan kendaraan dan kondisi sistem pengisian.
Gejala aki mulai melemah antara lain starter terasa berat, lampu meredup ketika mesin belum hidup atau kendaraan sulit dihidupkan setelah lama tidak digunakan.
Komponen kaki-kaki seperti shock absorber, bushing, ball joint, tie rod dan link stabilizer juga memiliki usia pakai.
Shock absorber umumnya mulai membutuhkan perhatian setelah sekitar 60.000–100.000 kilometer, tetapi kondisi jalan sangat memengaruhi umur komponen tersebut.
Sementara komponen berbahan karet seperti bushing dapat mengalami getas karena faktor usia. Gejalanya antara lain muncul bunyi "gluduk", mobil terasa limbung atau arah kendaraan kurang stabil ketika melewati jalan tidak rata.
Kampas rem merupakan komponen yang tingkat keausannya sangat bergantung pada gaya mengemudi dan kondisi lalu lintas. Pada penggunaan normal, kampas bisa bertahan sekitar 20.000–50.000 kilometer.
Selain kampas, kondisi cakram, kaliper, selang rem dan minyak rem juga perlu diperhatikan. Minyak rem umumnya disarankan diganti sekitar dua tahun karena sifatnya dapat menyerap kelembapan.
Mobil matik maupun manual sama-sama membutuhkan penggantian oli transmisi.
Pada transmisi otomatis konvensional, oli transmisi umumnya diperiksa dan diganti secara berkala, misalnya sekitar 40.000–60.000 kilometer, tergantung jenis transmisi dan spesifikasi oli.
Untuk transmisi manual, interval penggantian dapat berada di kisaran 40.000–80.000 kilometer.
Gejala seperti perpindahan gigi kasar, terlambat masuk atau sulit memasukkan gigi dapat menjadi tanda bahwa sistem transmisi perlu diperiksa.
Ban tidak hanya dinilai dari ketebalan tapaknya. Ban yang sudah berusia sekitar tiga hingga lima tahun perlu diperiksa secara lebih teliti karena karet dapat mengeras dan muncul retakan.
Sementara karet wiper biasanya perlu diganti sekitar satu hingga dua tahun, tergantung kondisi. Wiper yang meninggalkan garis air atau tidak mampu membersihkan kaca secara merata sebaiknya segera diganti.
Untuk mobil yang sudah berusia 15–25 tahun atau lebih, pemilik sebaiknya tidak hanya berpatokan pada kilometer. Komponen yang masih terlihat bagus belum tentu berada dalam kondisi optimal karena faktor usia.
Selang radiator, selang bahan bakar, bushing, seal, gasket, karet boot dan berbagai komponen berbahan karet dapat mengalami pengerasan meski kendaraan tidak sering digunakan.
Karena itu, perawatan mobil tua idealnya dilakukan berdasarkan kombinasi usia, jarak tempuh dan kondisi aktual komponen.
Prinsip sederhananya, jangan menunggu part rusak untuk menggantinya. Mengganti komponen yang sudah mendekati batas usia biasanya jauh lebih murah dibandingkan harus memperbaiki kerusakan berantai akibat komponen tersebut gagal bekerja saat kendaraan digunakan.