Sorottajam.com - Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi meluncurkan Program Studi (Prodi) Sarjana Artificial Intelligence (AI) sebagai langkah strategis dalam menjawab kebutuhan talenta teknologi yang terus meningkat di berbagai sektor.
Peluncuran yang digelar di Jakarta ini menegaskan komitmen UMN sebagai perguruan tinggi berbasis Information and Communication Technology (ICT) dalam menghadapi pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.
Rektor UMN, Andrey Andoko, mengatakan bahwa kehadiran Prodi AI merupakan respons atas perkembangan teknologi yang kian cepat dan berdampak luas.
“AI berkembang sangat pesat dan membawa perubahan besar di berbagai bidang. Karena itu, kami ingin menyiapkan lulusan yang mampu memahami sekaligus mengembangkan teknologi ini,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Berbeda dari program serupa, UMN mengusung konsep Sustainable Artificial Intelligence, yakni pengembangan teknologi AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan etika.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Friska Natalia, menegaskan bahwa kurikulum dirancang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga penerapan nyata.
“Mahasiswa tidak hanya belajar konsep AI, tetapi juga bagaimana menerapkannya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari penguatan global, UMN juga menjalin kerja sama dengan Chang Gung University melalui program International Acceleration. Program ini memungkinkan mahasiswa menempuh studi tiga tahun di UMN dan satu tahun di Taiwan, serta berpeluang meraih gelar magister dalam waktu lima tahun.
Dari sisi akademik, kurikulum Prodi AI mencakup bidang inti seperti machine learning, deep learning, natural language processing (NLP), hingga multi-agent systems. Mahasiswa juga akan mendapatkan pengalaman praktis melalui pembelajaran berbasis proyek, magang industri, dan riset terapan.
Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UMN, Niki Prastomo, menyebut program ini dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga adaptif dan memiliki kesadaran terhadap isu keberlanjutan.
“Mahasiswa didorong untuk menciptakan solusi berbasis AI yang inovatif sekaligus bertanggung jawab, baik secara sosial maupun lingkungan,” katanya.
Prodi AI UMN dijadwalkan mulai menerima mahasiswa baru pada semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Melalui program ini, UMN berharap dapat melahirkan talenta AI yang siap berkontribusi bagi industri, bisnis, dan masyarakat luas di tingkat nasional maupun global.