Sorottajam.com - Asam lambung merupakan cairan yang secara alami diproduksi oleh tubuh dan memiliki peran penting dalam proses pencernaan. Cairan ini membantu memecah makanan sekaligus membunuh sebagian mikroorganisme yang masuk bersama makanan.
Asam lambung terutama mengandung asam klorida atau HCl. Zat tersebut diproduksi oleh sel parietal yang terdapat pada dinding lambung.
Dalam prosesnya, sel parietal menghasilkan ion hidrogen dan klorida yang kemudian membentuk asam klorida di dalam lambung. Produksi asam ini tidak berlangsung hanya saat seseorang makan, tetapi terus berjalan dengan jumlah yang dapat berubah sesuai kondisi tubuh.
Produksi asam lambung antara lain dipengaruhi oleh sistem saraf dan hormon. Salah satu hormon yang berperan adalah gastrin, yang dapat merangsang lambung untuk menghasilkan lebih banyak asam ketika tubuh bersiap mencerna makanan.
Selain membantu proses pencernaan, suasana asam di dalam lambung juga diperlukan untuk mengaktifkan enzim pepsin. Enzim tersebut berperan dalam memecah protein dari makanan menjadi bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah dicerna.
Lantas, apakah asam lambung bisa habis?
Jawabannya, asam lambung tidak akan habis seperti cairan yang tersimpan dalam sebuah wadah. Lambung memiliki kemampuan untuk terus memproduksi asam baru.
Ketika seseorang muntah, sebagian isi lambung termasuk asam dapat keluar. Begitu pula ketika isi lambung berpindah menuju usus halus. Namun, kondisi tersebut tidak membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk menghasilkan asam lambung.
Produksi asam juga dapat ditekan oleh obat-obatan tertentu, seperti proton pump inhibitor (PPI) dan penghambat reseptor H2. Obat tersebut bekerja dengan mengurangi produksi asam, bukan menghilangkannya secara permanen.
Setelah makanan dan cairan lambung masuk ke usus dua belas jari, asam yang terbawa akan dinetralkan. Salah satu mekanismenya melibatkan bikarbonat yang diproduksi oleh pankreas.
Dengan demikian, asam lambung sebenarnya merupakan bagian normal dari sistem pencernaan dan bukan sesuatu yang harus dihilangkan dari tubuh.
Masalah biasanya muncul ketika asam dan isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gejala seperti sensasi terbakar di dada, rasa asam atau pahit di mulut, serta rasa tidak nyaman di bagian atas perut.
Karena itu, yang penting bukan membuat asam lambung "habis", melainkan menjaga agar produksi asam tetap sesuai kebutuhan dan isi lambung tidak naik ke kerongkongan secara berlebihan.