Sorottajam.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menggandeng sejumlah pihak untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kemarau panjang. Selama 8 Juli hingga 11 Agustus 2026, sebanyak 339.200 liter air bersih telah didistribusikan ke sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Distribusi air dilakukan sebagai langkah cepat pemerintah dalam menjaga kebutuhan dasar warga di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, pemerintah memastikan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air tetap memperoleh bantuan.
“Yang paling penting adalah memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan tetap mendapatkan akses air bersih. Karena air merupakan kebutuhan dasar, jadi pemerintah harus hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan air seperti ini,” ujar Pilar dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan, bantuan air bersih telah disalurkan ke sejumlah titik di Kelurahan Keranggan dan Kelurahan Pademangan, Kecamatan Setu, serta Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong.
Kelurahan Keranggan menjadi wilayah dengan titik distribusi terbanyak. Bantuan disalurkan ke sembilan titik, sedangkan Kelurahan Serpong dan Kelurahan Pademangan masing-masing mendapat distribusi di satu titik.
Dalam penanganan tersebut, Pemkot Tangsel tidak bekerja sendiri. Sejumlah perangkat daerah, lembaga kemanusiaan, badan usaha milik daerah hingga pihak swasta turut mendukung penyediaan dan pendistribusian air bersih.
Armada bantuan antara lain berasal dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Tangsel, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, PMI Tangsel dan BAZNAS Tangsel.
Sementara pasokan air bersih juga mendapat dukungan dari PT Traya Tirta Cisadane (TTC) PDAM Serpong, Perseroda PITS, Sinar Mas Land BSD, serta Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).
Pilar mengatakan kolaborasi lintas pihak diperlukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara cepat, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
“Kolaborasi semua pihak terus kita perkuat supaya penanganan kebutuhan dasar masyarakat bisa diakses dengan baik,” ucapnya.
Kepala BPBD Kota Tangerang Selatan Sutang Suprianto mengatakan, pihaknya juga melakukan pemantauan secara aktif terhadap wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.
Menurutnya, BPBD tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat. Petugas juga berkoordinasi dengan unsur kewilayahan untuk mengetahui kondisi ketersediaan air di lapangan.
“Jadi kami tidak hanya menunggu laporan masuk. Kami juga melakukan pemantauan di lapangan dan berkoordinasi dengan unsur kewilayahan. Ketika ada wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih, kami segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah penanganan,” ujar Sutang.
Ia menjelaskan, distribusi air dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah. Jumlah armada yang dikerahkan pun dapat ditambah apabila kebutuhan meningkat.
Pada beberapa hari, BPBD mengerahkan hingga empat mobil tangki untuk mempercepat pendistribusian air kepada masyarakat.
“Distribusi dilakukan secara bertahap sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Kami terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan mitra untuk memastikan bantuan bisa segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Sutang memastikan distribusi air bersih hingga akhir periode laporan berjalan dengan lancar. BPBD juga terus memantau kondisi wilayah untuk mengantisipasi kebutuhan distribusi berikutnya apabila kemarau berkepanjangan.
“Pendistribusian sampai saat ini berjalan lancar, aman dan terkendali,” pungkasnya.