Sorottajam.com - Perut kembung menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dialami bayi dan balita. Kondisi ini terjadi ketika terdapat penumpukan gas di dalam saluran pencernaan yang membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman.
Pada bayi, perut kembung umumnya disebabkan oleh udara yang tertelan saat menyusu atau menangis terlalu lama. Selain itu, sistem pencernaan yang masih berkembang juga membuat bayi lebih rentan mengalami penumpukan gas.
Sementara pada balita, perut kembung dapat dipicu oleh konsumsi makanan tertentu yang menghasilkan banyak gas, seperti kol, brokoli, kacang-kacangan, atau akibat sembelit.
Beberapa tanda yang sering muncul saat anak mengalami perut kembung antara lain perut terlihat membesar, sering kentut atau bersendawa, rewel, sulit tidur, hingga nafsu makan menurun.
Untuk mengatasinya, orang tua dapat membantu bayi bersendawa setelah menyusu, memijat perut secara lembut, serta menggerakkan kaki bayi seperti mengayuh sepeda untuk membantu mengeluarkan gas. Pada balita, penting untuk memperhatikan pola makan dan memastikan kebutuhan cairan tercukupi.
Meski umumnya tidak berbahaya, orang tua perlu waspada jika perut kembung disertai demam, muntah berulang, diare, perut terasa sangat keras, atau anak tampak lemas. Jika gejala tersebut muncul, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan mengenali penyebab dan gejalanya sejak dini, perut kembung pada bayi dan balita dapat ditangani dengan cepat sehingga anak tetap nyaman dan aktif beraktivitas.