Sorottajam.com - Pasar mobil listrik bekas di Indonesia sedang mengalami perubahan besar. Sejumlah kendaraan yang beberapa tahun lalu menjadi primadona dan dijual dengan harga ratusan juta rupiah kini mengalami penurunan harga yang cukup tajam.
Fenomena ini terlihat pada beberapa model populer seperti Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air EV. Harga bekas kedua model tersebut kini jauh lebih rendah dibanding saat pertama kali meluncur ke pasar.
Hyundai Ioniq 5 yang pada awal kemunculannya dibanderol sekitar Rp700 jutaan, kini banyak ditawarkan di pasar mobil bekas pada kisaran Rp420 juta hingga Rp500 jutaan. Sementara Wuling Air EV yang sempat menjadi salah satu mobil listrik paling diminati, kini bisa ditemukan dengan harga mulai Rp100 jutaan.
Turunnya harga mobil listrik bekas tidak lepas dari ketatnya persaingan di pasar kendaraan listrik. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai merek menghadirkan model baru dengan teknologi yang lebih modern, jarak tempuh lebih jauh, dan harga yang semakin kompetitif.
Akibatnya, mobil listrik generasi sebelumnya harus menyesuaikan harga agar tetap menarik di mata konsumen. Kondisi ini berbeda dengan mobil konvensional yang umumnya memiliki nilai jual kembali lebih stabil.
Selain faktor teknologi, kekhawatiran soal kondisi baterai juga masih menjadi pertimbangan calon pembeli. Banyak konsumen ingin memastikan kesehatan baterai tetap optimal karena komponen tersebut merupakan bagian paling mahal dari kendaraan listrik.
Di sisi lain, penurunan harga ini justru menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Dengan dana ratusan juta rupiah, konsumen kini bisa mendapatkan mobil listrik yang beberapa tahun lalu hanya bisa dimiliki kalangan tertentu.
Bagi pemburu mobil bekas, 2026 bisa menjadi momen menarik untuk masuk ke pasar kendaraan listrik. Namun sebelum membeli, pemeriksaan kondisi baterai, riwayat servis, dan garansi tetap menjadi hal yang wajib diperhatikan agar tidak salah pilih.