Sorottajam.com - Penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan operasional untuk layanan transportasi online seperti Grab dan Gojek semakin diminati. Salah satu alasan utamanya adalah efisiensi biaya yang dinilai lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin.
Gambaran Penggunaan Harian
Rata-rata pengemudi transportasi online menempuh jarak sekitar 150–200 kilometer per hari, dengan waktu kerja sekitar 25 hingga 26 hari per bulan. Dengan demikian, total jarak tempuh bulanan berada di kisaran 4.000 hingga 5.000 kilometer.
Biaya Operasional Mobil Bensin
Mobil bensin umumnya memiliki konsumsi bahan bakar sekitar 1 liter untuk 12 kilometer. Dengan harga bensin sekitar Rp10.000 per liter, maka biaya per kilometer berkisar Rp700 hingga Rp800.
Jika digunakan untuk menempuh 4.500 kilometer per bulan, maka biaya bahan bakar mencapai sekitar Rp3,3 juta. Selain itu, terdapat biaya perawatan rutin seperti penggantian oli, filter, dan komponen lain yang rata-rata berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per bulan.
Dengan demikian, total biaya operasional mobil bensin berada di kisaran Rp3,8 juta hingga Rp4,3 juta per bulan.
Biaya Operasional Mobil Listrik
Mobil listrik memiliki konsumsi energi rata-rata sekitar 15 kWh per 100 kilometer. Dengan tarif listrik sekitar Rp1.500 per kWh, maka biaya per kilometer berkisar Rp230 hingga Rp300.
Untuk jarak tempuh 4.500 kilometer per bulan, biaya listrik diperkirakan sekitar Rp1,1 juta. Biaya perawatan juga cenderung lebih rendah karena tidak memerlukan penggantian oli dan memiliki komponen mesin yang lebih sedikit, dengan estimasi sekitar Rp200 ribu hingga Rp400 ribu per bulan.
Total biaya operasional mobil listrik berkisar antara Rp1,3 juta hingga Rp1,6 juta per bulan.
Perbandingan Biaya
Dari perhitungan tersebut, mobil listrik dapat menghemat biaya operasional sekitar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta per bulan dibandingkan mobil bensin. Dalam satu tahun, penghematan ini dapat mencapai Rp25 juta hingga Rp30 juta.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Meskipun lebih hemat dalam operasional, mobil listrik memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti harga awal kendaraan yang relatif lebih tinggi, waktu pengisian daya yang lebih lama, serta kebutuhan akses terhadap fasilitas pengisian listrik.
Mobil listrik menawarkan efisiensi biaya yang signifikan bagi pengemudi Grab dan Gojek, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari. Namun, keputusan penggunaan kendaraan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan kesiapan infrastruktur pendukung.