IMG-LOGO
Sorot Teknologi

Langkah Futuristik China, Bangun Pusat Data di Dasar Laut

by Admin - 06 Nov 2025 0 Views
IMG

Sorottajam.com - China mengambil langkah berani dalam dunia teknologi dengan membangun pusat data di dasar laut.

Proyek ini menjadi terobosan baru untuk menghemat energi dan mengurangi dampak lingkungan dari server yang biasanya memerlukan pendingin dalam jumlah besar.

Dalam proyek ini, server disimpan di dalam kapsul logam kedap udara yang ditempatkan di dasar laut. Kapsul tersebut dihubungkan ke daratan melalui kabel serat optik agar tetap dapat mengirim dan menerima data dengan cepat.

Menurut laporan South China Morning Post, satu kapsul berisi lebih dari 400 server berkecepatan tinggi, setara dengan puluhan ribu komputer yang bekerja bersamaan.

“Air laut menjadi pendingin alami yang jauh lebih efisien dibanding sistem pendingin buatan. Kami bisa menghemat sekitar 30 persen energi listrik,” ujar Li Wei, salah satu teknisi proyek di Hainan, dikutip dari SCMP, Kamis (6/11/2025).

Didukung Energi Terbarukan

Beberapa pusat data bawah laut di kawasan pesisir Shanghai bahkan menggunakan energi angin lepas pantai sebagai sumber utama listrik.

Dengan cara ini, sistem dapat beroperasi tanpa bergantung sepenuhnya pada listrik dari daratan.

“Proyek ini menjadi pusat data bawah laut pertama di dunia yang sepenuhnya digerakkan energi terbarukan,” tulis Tom’s Hardware dalam laporannya.

Hemat Ruang dan Ramah Lingkungan

Selain hemat energi, proyek ini juga tidak membutuhkan lahan di daratan dan tidak memakai air tawar untuk pendinginan.

Langkah ini dianggap efisien, terutama untuk kota-kota pesisir yang padat penduduk. “Dengan memanfaatkan laut sebagai pendingin alami, kami bisa menggabungkan efisiensi tinggi dan keberlanjutan lingkungan,”

Tantangan Teknologi

Meski menjanjikan, proyek ini bukan tanpa kendala.

Perawatan dan pembaruan perangkat keras harus dilakukan dengan cara mengangkat kapsul dari dasar laut, yang tentu memerlukan biaya besar dan waktu lama.

Selain itu, korosi akibat air asin menjadi tantangan teknis utama yang masih terus diteliti.

Menuju Era Digital Baru

China menargetkan proyek ini akan beroperasi penuh pada tahun 2026, dengan kapasitas mencapai 24 megawatt.

Teknologi ini juga mendukung perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan (cloud) yang membutuhkan server besar dan efisien. “China tidak hanya mengembangkan AI, tapi juga membangun infrastruktur digital yang berkelanjutan,” tulis majalah Wired dalam laporannya.

Jika berhasil, langkah ini bisa menjadi awal era baru pusat data dunia, di mana lautan bukan hanya batas geografi, tapi juga rumah bagi jaringan digital masa depan.

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected