Sorottajam.com - Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini, seiring respons pasar terhadap data ketenagakerjaan AS yang menunjukkan perlambatan signifikan.
Peluang pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve semakin terbuka lebar.
Menurut analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, rupiah mendapat angin segar dari sentimen negatif terhadap dolar AS.
“Melemahnya data ketenagakerjaan AS mendorong pasar berspekulasi The Fed akan segera menurunkan suku bunga. Hal ini menjadi katalis positif bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” ujarnya, Senin (4/8/2025).
Baca Juga: iPhone 16e Lebih Murah, Tapi Layakkah Dibeli Dibanding iPhone 16?
Berdasarkan data dari Anadolu, laporan Nonfarm Payrolls (NFP) untuk Juli 2025 hanya mencatatkan penambahan 73 ribu tenaga kerja—jauh di bawah perkiraan pasar yang mencapai 106 ribu. Selain itu, data NFP bulan Juni juga mengalami revisi turun dari 147 ribu menjadi 133 ribu.
Tingkat pengangguran AS pada bulan Juli naik menjadi 4,2 persen, dari sebelumnya 4,1 persen. Partisipasi angkatan kerja tetap di angka 62,2 persen, dan rasio pekerjaan terhadap total populasi bertahan di level 59,6 persen. Sementara itu, jumlah warga yang tidak aktif bekerja namun menginginkan pekerjaan masih berada di angka 6,2 juta orang.
Upah rata-rata per jam untuk karyawan sektor non-pertanian naik 0,3 persen menjadi 36,44 dolar AS secara bulanan, dan meningkat 3,9 persen secara tahunan.
Lukman menyampaikan, kondisi pasar tenaga kerja yang melemah ini memperbesar kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga sebanyak dua kali hingga akhir tahun, dengan total penurunan sebesar 50 basis poin.
Baca Juga: Kenapa Toyota Land Cruiser Lebih Premium dari Toyota Lainnya, Ini Alasannya!
Bahkan, peluang penurunan tiga kali lipat dengan total 75 basis poin juga mulai meningkat, dari 46,4 persen menjadi 48,1 persen.
“Ketidakpastian yang muncul dari rencana kebijakan tarif Donald Trump juga menjadi salah satu faktor yang menekan outlook ekonomi AS,” tambah Lukman.
Pada perdagangan Senin pagi, rupiah dibuka menguat 104 poin atau sekitar 0,63 persen menjadi Rp16.409 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.513.