Sorottajam.com - Layanan pembayaran digital QRIS asal Indonesia kini resmi digunakan di Jepang, memperluas jangkauannya setelah lebih dulu terkoneksi dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Wakil Konsul Jenderal Jepang, Eriko Nakano, menyebut sistem QR buatan Indonesia itu lebih berkembang dibandingkan teknologi serupa di negaranya.
Hal tersebut ia sampaikan usai bertemu dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, di Denpasar, Minggu (17/8).
“Indonesia lebih maju, QR-nya bisa dipakai oleh semua masyarakat. Di Jepang, belum sepenuhnya seperti itu,” ujar Nakano.
Ia menjelaskan, QRIS memiliki kelebihan untuk transaksi lintas negara, karena bisa digunakan mulai dari perusahaan besar hingga pedagang kecil.
"Saat ini, di Jepang pembayaran melalui QR code masih terbatas di jaringan ritel modern dan supermarket. Sebaliknya, di Indonesia QRIS telah menjangkau hampir seluruh sektor usaha dan lapisan masyarakat," ucapnya.
Selain itu, QRIS mendukung konversi mata uang secara otomatis tanpa tambahan biaya, sehingga memudahkan wisatawan maupun pelaku bisnis dalam bertransaksi.
Nakano berharap kepraktisan tersebut dapat mendorong lebih banyak wisatawan Indonesia berkunjung ke Jepang. Data Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar mencatat, setiap tahunnya sekitar 500 ribu turis Indonesia melancong ke Negeri Sakura.