Sorottajam.com - Dalam rangka melanjutkan program Kota Sehat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun ini tengah gencar membangun sebanyak 800 septic tank modern dan sarat dengan tekhnologi.
Perubahan metode septic tank dari sistem tradisional menuju septic tank modern dianggap penting lantaran menyangkut masalah kesehatan.
Hal itu diungkapkan Walikota Tangsel, Benyamin Davnie saat melakukan serah terima hasil pembangunan septic tank modern, di Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Selasa (30/7/2024).
Dikatakan Benyamin, program septic tank modern ini merupakan kelanjutan dari program kota sehat dan meningkatkan kebutuhan masyarakat serta menciptakan lingkungan yang sehat.
"Program ini di Pamulang ini cukup banyak. Setu dan Serpong juga. Dan untuk umpamanya di perlukan lagi dalam perubahan, dan banyak permintaan dari masyarakat, saya akan tambah lagi," ujar Benyamin.
Benyamin menjelaskan, untuk bahan septic tank menggunakan viber. Sementara pengolahan limbahnya menggunakan bakteri yang ditaro di dalamnya, sehingga air yang keluar sudah dalam kondisi bersih.
"Ink Kapasitasnya kira-kira 1000 liter per satu septic tank. Bahannya dari fiber jadi aman. Ini ngga perlu di sedot lagi karena ini yang keluar sudah udara bersih dan airnya juga bersih," kata Benyamin.
Untuk pengajuannya, lanjut Benyamin, simpel saja. Tidak perlu menunggu Musrenbang. Namun cukup pengajuan ke RT/RW setempat, Lurah, dan langsung ke Dinas.
"Kami tahun kemarin 1800, tahun ini hanya 800 sesuai dengan permintaan dan tahun depan akan kita lanjutkan lagi sesuai dengan kebutuhan dan permintaan dari masyarakat," ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Air Minum Air Limbah, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel, Budi Rahmat Hidayat mengatakan, dalam setiap pembangunan satu septic tank modern tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp.10 juta.
"Indeks nya satu titik itu 10 jutaan. Satu rumah satu septic Tank. Kalau misalkan usulan ada seribu ya berarti udah 10 M, kan begitu," terang Budi.
Budi mengungkapkan, warga bisa mengusulkan untuk pembangunan septic tank tersebut namun dengan catatan tidak memiliki septic tank.
"Dengan catatan yang belum punya septic tank ya, atau sudah punya tapi tidak sesuai standar boleh diusulkan," ujarnya.
Setelah diusulkan, lanjut Budi, nanti ada tim survey yang terjun ke lapangan guna mengecek kondisi, baik lahannya maupun septic tank awal yang tidak memenuhi standar.
"Untuk pembangunan septic tank modern ini ada dua tipe ya. Tipe pertama hanya pembangunan biotanknya saja kalau lahannya kecil. Tipe kedua, bio tank sama sumur resapan kalau lahannya besar," ucap Budi.
"Kalau target kan satu tahun, sampai sekarang progres baru 662 titik, kalau masalah pekerjaan nanti sistemnya ada yang mengerjakan, satu titik kurang lebih satu Minggu," pungkasnya. (Ihy)