IMG-LOGO
Sorot Pemerintahan

Pemkot Tangsel Lanjutkan Penataan Jaringan, 7 Ruas Jalan Segera Bebas dari Kabel Udara

by Admin - 16 Jul 2025 0 Views
IMG

Sorottajam.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) kembali menggulirkan program penataan kabel udara.

Program ini menyasar tujuh ruas jalan utama yang akan dibersihkan dari kabel-kabel semrawut yang menggantung di udara.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa penataan kabel merupakan langkah konkret untuk mewujudkan wajah kota yang modern dan tertib. "Kita lanjutkan lagi program ini demi menciptakan kota yang bukan hanya rapi, tapi juga nyaman dan aman untuk seluruh masyarakat," ucap Pilar pada Selasa (15/7/2025).

Baca Juga: Banjir Belum Surut, Wali Kota Tangsel Turun ke Pondok Maharta Bawa Pompa Tambahan

Menurut Pilar, keberadaan kabel menggantung di jalan-jalan utama tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga menimbulkan potensi bahaya bagi pengguna jalan.

Kepala Dinas SDABMBK Tangsel, Robbi Cahyadi, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Apjatel telah melakukan survei teknis di tujuh lokasi yang menjadi prioritas tahun 2025. Ketujuh ruas jalan tersebut antara lain Jalan Kertamukti, Pondok Betung, Villa Melati Mas, Pahlawan, Surya Kencana hingga batas Depok, Raya Jelupang, dan Rawa Buntu Utara.

"Setiap tahun kita targetkan penambahan ruas jalan dengan kabel bawah tanah. Ini bagian dari upaya mewujudkan sistem utilitas kota yang tertata dan bebas dari kabel menjuntai," ujar Robbi.

Sebelumnya, Dinas SDABMBK telah mengadakan sosialisasi yang dihadiri oleh lebih dari 20 penyedia layanan jaringan, PLN, serta kontraktor pelaksana dari Apjatel. Sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi teknis sebelum proyek dilaksanakan penuh.

Robbi menambahkan, sejak 2022 hingga 2024, penataan kabel telah dilakukan di 10 ruas jalan seperti Jalan Ciater Raya, Parakan–Benda, Maruga Raya, Serua Raya, Tarumanegara, Pisangan, Cendrawasih Raya, Bhayangkara, Menjangan Raya, dan Wr. Supratman.

Sementara itu, Koordinator Daerah Apjatel Wilayah Tangerang, Hery, menjelaskan bahwa tantangan di lapangan cukup kompleks, salah satunya terkait dengan penyediaan ruang untuk mainhole (lubang akses jaringan bawah tanah). Mainhole ini dirancang khusus dengan ukuran standar, yaitu 80x80 cm atau 80x120 cm, dan kedalaman cukup untuk mengakomodasi hingga empat kabel jaringan.

"Tiap mainhole harus kuat dan presisi karena dipasang di badan jalan. Spesifikasi teknisnya tidak bisa asal-asalan, karena menyangkut kelangsungan jaringan dan keamanan," jelas Hery.

Baca Juga: Indonesia Dianggap Salah Satu Tempat Paling Aman Jika Terjadi Perang Dunia III

Untuk menjamin kualitas proyek, telah ditunjuk tiga vendor pelaksana berpengalaman. Proyek ini juga melibatkan lebih dari 20 provider telekomunikasi dan pihak PLN sebagai bentuk sinergi antar sektor.

Hery juga menambahkan bahwa masyarakat kerap salah mengira pekerjaan ini sebagai proyek saluran drainase. Padahal, galian yang dilakukan merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur jaringan bawah tanah.

"Dengan spesifikasi teknis yang lebih tinggi tahun ini, kami ingin hasilnya benar-benar memberikan wajah baru bagi kota Tangsel," pungkasnya.

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected