Sorottajam.com - Uranus, planet ketujuh dalam tata surya, terkenal dengan keunikannya, yaitu rotasinya yang miring hampir 98 derajat, membuat planet ini seakan "mengguling" saat mengelilingi Matahari. Fenomena langka ini diduga karena tabrakan besar yang dialami Uranus miliaran tahun lalu.
Dilansir dari Observatorium NASA, para astronom menduga bahwa objek sebesar planet, mungkin seukuran Bumi atau Mars, bertabrakan dengan Uranus saat tata surya masih muda.
Dampak dari tabrakan ini tidak hanya menyebabkan poros rotasi Uranus bergeser drastis, tetapi juga memengaruhi struktur internalnya dan mengubah dinamika atmosfernya.
Uranus kini berputar dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan planet-planet lain di tata surya. Jika Bumi berotasi hampir tegak lurus terhadap bidang orbitnya, Uranus justru memiliki poros rotasi yang hampir sejajar dengan orbitnya.
Akibatnya, Uranus memiliki musim yang ekstrem: setiap kutub planet ini bergantian menghadap langsung ke Matahari selama sekitar 21 tahun Bumi.
Rotasi miring ini juga menciptakan pemandangan langit yang unik di Uranus. Satu kutub akan mengalami siang hari tanpa henti selama separuh tahun orbitnya, sementara kutub lainnya terbenam dalam kegelapan selama periode yang sama. Setelah itu, kondisi tersebut berbalik, menciptakan siklus yang berbeda dari musim di Bumi.
Meskipun planet ini tidak sepopuler Jupiter atau Saturnus, Uranus terus menjadi pusat perhatian bagi para ilmuwan karena misteri-misteri yang terkandung dalam sejarahnya.
Beberapa misi antariksa masa depan diperkirakan akan mengunjungi Uranus untuk mempelajari lebih dalam tentang struktur internal, atmosfer, serta masa lalu planet ini yang penuh dengan kekacauan kosmis. (Ihy)