Sorottajam.com - Daging unta bukanlah makanan sehari-hari di Indonesia, namun di beberapa negara Timur Tengah dan Afrika, daging ini cukup populer.
Bagi yang penasaran, seperti apa sebenarnya rasa dan bau daging unta?
Secara umum, rasa daging unta sering digambarkan mirip dengan daging sapi, namun memiliki sentuhan rasa manis yang ringan.
Teksturnya berserat dan padat, apalagi jika berasal dari unta dewasa. Sementara unta muda, terutama yang berusia di bawah tiga tahun, memiliki tekstur yang lebih empuk dan rasa yang lebih ringan.
Bagian punuk unta bahkan memiliki rasa yang berbeda dibandingkan bagian lainnya.
Punuk ini kaya akan lemak dan terasa gurih serta lembut, mirip lemak sapi wagyu, namun dengan rasa khas yang lebih eksotis.
Pertanyaan umum yang sering muncul: apakah bau daging unta seperti daging kambing?
Jawabannya: ya, bisa mirip, tetapi tidak sekuat bau kambing.
Daging unta memiliki aroma hewani (gamey) yang khas, terutama jika berasal dari unta dewasa atau tidak dimasak dengan benar.
Namun, bau tersebut umumnya lebih ringan dibandingkan daging kambing tua.
Lemak unta juga tidak sebau lemak kambing. Justru, banyak orang menganggap lemak unta lebih "bersih" aromanya dan terasa gurih saat dimasak.
Agar bau khas dari daging unta tidak terlalu menyengat, berikut beberapa tips pengolahan:
Meski terkesan eksotis, daging unta adalah sumber protein yang kaya zat besi dan rendah kolesterol. Di beberapa negara, daging ini bahkan dianggap sebagai alternatif sehat pengganti daging merah lain seperti sapi atau kambing.
Bagi penikmat kuliner ekstrem atau pencinta makanan khas Timur Tengah, mencicipi daging unta bisa menjadi pengalaman yang unik dan tak terlupakan. (Ihy)