IMG-LOGO
Tips & Edukasi

Benarkah Daging Kambing Picu Darah Tinggi? Ini Penjelasan Medisnya

by Admin - 07 Jun 2025 0 Views
IMG

Sorottajam.com - Daging kambing kerap menjadi hidangan favorit masyarakat Indonesia, terutama saat perayaan keagamaan seperti Idul Adha.

Namun, banyak beredar anggapan bahwa daging kambing bisa menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi) atau membuatnya kambuh. Benarkah demikian?

Menurut ahli gizi dan dokter spesialis penyakit dalam, anggapan bahwa daging kambing selalu menyebabkan darah tinggi tidak sepenuhnya benar, namun juga bukan mitos belaka.

“Daging kambing memang mengandung lemak dan kolesterol, tapi tidak lebih tinggi dibanding daging sapi. Yang sering jadi masalah adalah cara memasaknya dan jumlah konsumsinya,” ujar dr. Rina Astuti, Sp.PD, dalam wawancara dengan media, Jumat (7/6/2025).

Baca Juga: Meski Bau Menyengat, Daging Kambing Ternyata Lebih Unggul Dari Daging Sapi

Faktor Garam dan Lemak Lebih Berbahaya

Banyak olahan daging kambing seperti sate, gulai, atau tongseng menggunakan bumbu yang tinggi garam dan lemak. Menurut dr. Rina, konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan penumpukan natrium dalam tubuh, yang memicu lonjakan tekanan darah, khususnya pada penderita hipertensi.

“Sate kambing dengan kecap manis, garam, dan lemak berlebih jelas bukan kombinasi yang baik bagi penderita darah tinggi,” tambahnya.

Masih Boleh Dikonsumsi, Asal Bijak

Meski demikian, penderita hipertensi tidak harus sepenuhnya menghindari daging kambing. Dengan porsi yang wajar dan cara memasak yang sehat, seperti direbus tanpa banyak garam atau digrill tanpa lemak tambahan, daging kambing tetap bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang.

“Yang penting kontrol porsinya. Jangan sampai makan berlebihan. Imbangi juga dengan konsumsi sayur, buah, dan air putih,” jelas dr. Rina.

Baca Juga: Cuci Daging Sebelum Dimasak, Masih Perlu? Ini Penjelasannya

Daging kambing bukan penyebab langsung hipertensi, namun bisa memicu kekambuhan jika dikonsumsi secara berlebihan dan dimasak dengan cara yang tidak sehat.

Bagi penderita darah tinggi, penting untuk selalu menjaga pola makan dan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi makanan berlemak tinggi. (Ihy)

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected