IMG-LOGO
Tips & Edukasi

Apa Dampak Kesehatan bagi Pria Yang Tidak Disunat? Ini Penjelasan Medisnya

by Admin - 12 Jun 2025 0 Views
IMG

Sorottajam.com - Di berbagai budaya dan agama, sunat atau sirkumsisi pada laki-laki merupakan praktik yang umum dilakukan sejak bayi atau masa kanak-kanak.

Namun, tidak semua pria menjalani prosedur ini. Lantas, apa yang terjadi jika seorang laki-laki tidak disunat?

Secara medis, pria yang tidak disunat tetap dapat hidup sehat dan normal, asalkan menjaga kebersihan area genital dengan baik.

Kulit khatan (kulup) yang menutupi kepala penis perlu dibersihkan secara rutin untuk mencegah penumpukan smegma (zat yang terdiri dari minyak dan sel kulit mati) yang dapat menyebabkan iritasi dan bau tidak sedap.

“Tidak disunat bukan berarti tidak sehat. Namun, memang ada risiko sedikit lebih tinggi terhadap infeksi seperti balanitis (radang kepala penis), infeksi saluran kemih, dan penyakit menular seksual,” jelas dr. Arief Nugroho, spesialis urologi dari RSUD Jakarta.

Baca Juga: RSUD Tangsel Kini Miliki Layanan Patologi Anatomi, Diagnosis Bisa Dilakukan Langsung

Beberapa pria yang tidak disunat juga berisiko mengalami fimosis, yaitu kondisi ketika kulup terlalu sempit sehingga sulit ditarik ke belakang. Dalam kasus tertentu, ini dapat menyebabkan nyeri atau gangguan saat buang air kecil dan berhubungan seksual.

Meski begitu, dari sisi fungsi seksual, pria yang tidak disunat tidak mengalami penurunan performa. Bahkan, sebagian studi menyebutkan bahwa kepala penis pria yang tidak disunat cenderung lebih sensitif karena tertutup lapisan pelindung alami.

Dari sudut pandang budaya, praktik sunat sangat dipengaruhi oleh faktor agama dan tradisi. Di Indonesia, misalnya, sunat lazim dilakukan karena ajaran agama dan nilai sosial, sementara di beberapa negara Eropa, sunat hanya dilakukan atas indikasi medis.

Baca Juga: Black Garlic, Si Bawang Hitam Kaya Manfaat yang Makin Populer

Untuk pria dewasa yang belum disunat, prosedur sunat tetap dapat dilakukan. Namun, proses pemulihannya lebih lama dibandingkan saat dilakukan pada masa anak-anak.

Dokter menyarankan agar para pria, baik yang sudah maupun belum disunat, tetap memprioritaskan kebersihan organ intim untuk mencegah infeksi dan menjaga kesehatan reproduksi secara keseluruhan. (Ihy)

Artikel Terkait

View all

Advertisement

Tranding

Stay Connected