Sorottajam.com - Swiss dikenal sebagai negara dengan kualitas hidup tinggi dan pemandangan alam yang menakjubkan. Namun, di balik daya tariknya, harga tanah di negara ini tergolong sangat mahal.
Jika Anda berniat membeli tanah di Swiss, siapkan dana besar karena harga per meter perseginya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Di kota-kota besar seperti Zürich dan Jenewa, harga tanah berkisar antara CHF 2.000 hingga CHF 10.000 per meter persegi, atau sekitar Rp 36 juta hingga Rp 180 juta/m² berdasarkan kurs saat ini.
Kedua kota ini menjadi yang termahal karena merupakan pusat bisnis, keuangan, dan diplomatik internasional.
Baca Juga: Di Islandia, Penjara Sepi dan Kejahatan Hampir Tak Ada
Kota menengah seperti Luzern, Bern, dan Basel menawarkan harga yang sedikit lebih ramah di kisaran CHF 1.000 – 3.000/m², setara Rp 18 juta – Rp 54 juta/m². Meski lebih rendah, harga tersebut tetap tergolong tinggi dibanding negara lain di Eropa.
Sementara itu, wilayah pedesaan dan pegunungan Swiss seperti di kawasan Alpen atau daerah timur bisa ditemukan harga tanah mulai dari CHF 100 – 800/m² atau sekitar Rp 1,8 juta – Rp 14,4 juta/m².
Namun, banyak dari lahan ini memiliki batasan penggunaan karena masuk dalam zona pertanian atau konservasi.
Faktor yang memengaruhi harga tanah di Swiss antara lain:
Bagi warga asing, proses pembelian tanah di Swiss juga tidak selalu mudah. Sejumlah kanton menerapkan pembatasan atau larangan kepemilikan tanah dan properti untuk non-residen guna menjaga kestabilan pasar domestik.
Baca Juga: Swedia Kekurangan Sampah, Impor Limbah dari Luar Negeri untuk Dikonversi Jadi Energi
Dengan demikian, membeli tanah di Swiss bukan hanya soal dana besar, tapi juga kesiapan menghadapi regulasi yang kompleks.
Meski begitu, Swiss tetap menjadi destinasi incaran investasi properti berkat stabilitas ekonomi dan daya tarik lingkungannya.